Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Bukan Grasberg, Antam Mau Garap Gunung Emas Perawan Papua

Bukan Grasberg, Antam Mau Garap Gunung Emas Perawan Papua! Wilda Asmarini , CNBC Indonesia   23 September 2020 11:17       Foto: Kawasan Pegunungan Tengah, Papua (CNBC Indonesia/Suhendra) Jakarta, CNBC Indonesia -  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengirim surat ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, agar PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) selaku BUMN tambang bisa mengelola eks lahan tambang yang dikelola PT Freeport Indonesia. Ternyata, yang dimaksud eks lahan tambang Freeport tersebut bukan lah area Grasberg yang masih dioperasikan Freeport, melainkan sebuah gunung emas perawan bernama Blok Wabu di Papua. Pada 2015 lalu PT Freeport Indonesia telah mengembalikan Blok Wabu kepada pemerintah pusat sebagai upaya dari kewajiban penciutan lahan operasi tambang perusahaan. Saat itu luas lahan tambang Freeport mencapai 212.950 hektar, lalu sesuai permintaan pemerintah, wilayah diciutkan menjadi 90.360 hektar. Salah satu blok ta...

Renungan Yakobus 4:4-6

Baca Yakobus 4:1-6 Renungan SOAP – Yakobus 4:4-6  “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!" Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”" Ketika orang-orang percaya hidup berkompromi dengan budaya, nilai-nilai, dan ide-ide duniawi itu artinya kita telah melakukan penyembahan berhala dan perzihan rohani. Allah membuat hal ini jelas bahwa kita tidak dapat menyembah 2 tuan. Ketika kita hidup di dunia ini, kita akan menyembah hal-hal yang dinilai oleh dunia yang mana berlawanan dengan nilai-nilai dari Tuhan. Kita harus mem...

Penerimaan Tanpa Syarat

PENERIMAAN TANPA SYARAT Cerita ini pantas untuk kita renungkan True story....    Ini adalah kisah  dari milis warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di Jerman. *Layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.*  Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi.  Tugas terakhir dosen yang  diberikan kepada siswanya diberi nama *"Smiling."* Seluruh siswa diminta untuk memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas.  Saya adalah seorang yg mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir, tugas ini sangatlah mudah.  Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami dan anak bungsu saya yang menunggu di taman kampus, lalu pergi ke restoran Mc Donald yg berada di kampus. Pagi itu udaranya sangat ...

4 CIRI GEREJA

4 CIRI GEREJA  Sebagai umat Katolik tentu kita mengenal 4 ciri Gereja yaitu Satu,Kudus,Katolik dan Apoatolik. Tapi apakah kita tahu apa maksud dari keempat ciri Gereja tersebut? Berikut uraiannya: Gereja yang satu Gereja Katolik adalah SATU karena semua anggotanya s  satu iman, satu dalam komuni, dan ada di bawah Kepala Gereja yang satu, yaitu Paus, yang mewakili Kepala Gereja yang tidak kelihatan, yaitu Yesus Kristus (Yoh 10:16). Di negara mana pun kita tinggal, ajaran-ajaran pokok iman dan kepercayaan yang sama akan membimbing iman kita sebagai seorang Katolik, mempersatukan kita - semua orang Katolik di seluruh dunia - dalam iman. Di gereja-gereja Katolik di seluruh dunia kita akan mendengar - walaupun dalam bahasa yang berbeda-beda - doa-doa dasar yang sama (Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan, dll), pokok-pokok katekese yang sama, dan yang terutama Misa Kudus yang sama (yang paling utama dalam mempersatukan segala doa dan karya Gereja). Oleh karena segenap uskup, imam dan a...

BERTAHAN DALAM IMAN

JANGAN MENYERAH Matius 15:21-28 berkisah tentang iman yang besar dan ketekunan luar biasa yang belum tentu dimiliki semua orang percaya. Sering kali saat kita mendoakan sesuatu tetapi tidak terjadi apa pun, kita percaya bahwa Allah sedang berkata tidak, dan kita lalu mengalihkan perhatian kita pada hal lainnya. Kita terlalu mudah menyerah. Kita mudah patah semangat. Kita mudah mundur. Padahal, mungkin saja jawaban atas doa itu ada di depan pintu. Firman Tuhan hari ini menunjukkan kepada kita betapa kelirunya sikap kita selama ini. Kita berpikir bahwa kita memiliki iman, padahal sebenarnya tidak cukup besar. Iman yang benar harus didasarkan pada kebenaran. Perempuan Kanaan yang bukan orang Yahudi itu mengenali Yesus sebagai Mesias, Anak Daud. Itulah kebenaran. Ia bukan meminta kepada Yesus sebagai dukun atau orang pintar, melainkan kepada Pribadi yang Diurapi Allah. Lalu, ia membangun ketekunan yang benar berdasarkan kebenaran yang ia yakini. Ia berseru kepada Yesus, memohon-mohon dan b...

Jadilah Orang Yang Penuh Hormat

Bagaimana Mengasihi orang yang beda berpendapat dengan anda  Jadilah Orang Yang Penuh Hormat Menunjukkan rasa hormat berarti kita menghargai mereka. Meskipun kita tidak setuju dengan pendirian mereka, kita masih bisa bersikap penuh hormat kepada mereka. Yang penting bukanlah merasa hormat kepada mereka, melainkan menunjukkannya kepada mereka. Jika Anda ingin belajar untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang lain, cobalah meluangkan waktu dengan orang yang tidak sependapat dengan Anda. Menunjukkan rasa hormat ketika kita berpendapat bahwa sudut pandang dan kepercayaan mereka salah cukuplah sulit. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan ketika kita berinteraksi dengan orang yang mempunyai kepercayaan dan pendapat yang berbeda dengan kita. Bertanyalah Dengan Sopan Ketika bertanya dengan sopan, kita membuka pintu untuk mempelajari alasan mengapa mereka percaya kepada kepercayaan mereka. Hal tersebut memberi kita kesempatan melihat isi hati dan pikiran mereka agar dapat benar-benar me...

Agen Perubahan

Agen Perubahan Berkenan di Hadapan Tuhan Dunia memiliki nilai yang berbeda dari kerajaan surga dan setiap orang merespon dengan cara yang berbeda. Ada yang menerima, berkompromi, dan melakukan hal yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Ada yang memisahkan diri dari dunia, tetapi menjadi mudah menghakimi dan tidak terkoneksi dengan sekelilingnya. Jika kita mau berdiri teguh dan tetap mengasihi di saat yang sama, kita harus memiliki cara hidup yang berkenan di hadapan Tuhan.  Paulus mengajarkan kepada kita tujuh hal yang perlu kita senantiasa latih yaitu: kebenaran, keadilan, kerelaan memberitakan Injil, perisai iman, ketopong keselamatan, firman atau pedang Roh, dan doa. Tuhan sudah memberikan kita keselamatan yang kita terima melalui iman. Iman kita akan bertumbuh dengan membaca firman Tuhan dan berdoa setiap hari. Firman dan doa juga membantu kita untuk semakin mengenal Tuhan, semakin dewasa, dan hidup dalam kemenangan. Semakin kita mengenal pribadi-Nya, semakin kita bisa hidup da...