Garam merupakan bahan pokok kehidupan manusia yang telah digunakan sejak zaman kuno untuk berbagai tujuan, dan sarat makna spiritual. Dalam Alkitab, garam memiliki peran yang menarik dan seringkali bertentangan. Garam merupakan bahan pokok manusia, dan telah digunakan sejak zaman kuno dalam berbagai kebudayaan sebagai bumbu, bahan pengawet, desinfektan, bahan dalam upacara kurban sajian, dan juga sebagai alat tukar. Orang Ibrani, baik selama masa Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru juga menggunakannya. Dalam Imamat 2:13 dan Yehezkiel 43:24 menunjukkan dengan jelas bahwa garam merupakan bahan kurban penting dalam agama orang Ibrani kuno. “Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kaububuhi garam, janganlah kaulalaikan garam perjanjian Allahmu dari korban sajianmu; beserta segala persembahanmu haruslah kaupersembahkan garam.” (Imamat 2:13). Juga, garam harus ditaburkan di atas kurban bakaran (Yehezkiel 43:24), dan juga menjadi bagian dalam ukupan yang dipersembahkan ...
...::: LIHAT BERPIKIR BERTINDAK :::...