Langsung ke konten utama

5 Alasan Orang Katolik Mengaku Dosa Pada Seorang Romo

𝟱 𝗔𝗟𝗔𝗦𝗔𝗡 𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗞𝗔𝗧𝗢𝗟𝗜𝗞 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗔𝗞𝗨 𝗗𝗢𝗦𝗔 𝗣𝗔𝗗𝗔 𝗦𝗘𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗥𝗢𝗠𝗢

Bagi orang Katolik, mengaku dosa kepada seorang romo adalah wajar dalam arti hal itu merupakan bagian dari ritual Sakramen Rekonsiliasi atau lazim disebut Sakramen Tobat. Namun, tidak jarang orang Katolik dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan dari orang-orang yang berbeda keyakinan dari iman Katolik.

Mereka mungkin berujar, “Loh, romo kan manusia biasa, mengapa mengaku dosa kepadanya?” Atau mungkin mereka bertanya, “Mengapa orang Katolik tidak langsung mengaku dosa kepada Allah?”

Mungkin yang lainnya lebih ekstrim lagi mencela,”Bukankah romo juga manusia biasa yang juga pernah berbuat dosa? Mengapa orang berdosa mengaku dosa kepada orang berdosa?”

Mendengar pernyataan- pernyataan seperti itu, kalau orang Katolik tidak tahu jawabannya akan mudah terpancing emosi. Atau kita hanya menjawab, “Ah ini kan iman saya, jangan campuri iman saya dong.”

Kalau itu reaksi orang Katolik, maka tidak akan ada jawaban apa-apa atau hanya menghindari konflik saja. Berhadapan dengan situasi seperti itu, orang Katolik harus tetap tenang dan rasional.

Berikut jawaban yang rasional mengenai pertanyaan- pertanyaan semacam itu melalui 5 Alasan Orang Katolik Mengaku Dosa pada Seorang Romo :

1. Dasar Kitab Suci

Jika orang yang bertanya itu tahu tentang Kitab Suci, maka perlu dicerahi dengan beberapa penjelasan ayat kitab suci sebagai berikut. Pertama, Dalam Surat Yakobus 5:16, Allah, melalui Kitab Suci, memerintahkan kita untuk “saling mengaku dosa dan saling mendoakan.”
Ingat bahwa Kitab Suci tidak memerintahkan kita untuk mengaku dosa langsung kepada Allah. Sekali lagi, Kitab Suci mengatakan untuk mengaku dosa kepada satu sama lain.

Lebih lanjut, di dalam Injil Matius 9:6 Yesus mengatakan kepada kita bahwa Dia diberikan Kuasa di dunia ini untuk mengampuni dosa. Lalu, ditegaskan dalam ayat 8 bahwa kuasa itu diberikan kepada manusia, “Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.” (Matius 9:8)

Lebih daripada itu, dalam Injil Yohanes 20:21-23, kata-kata pertama saat Ia berkumpul bersama murid-muridnya sebelum kebangkitannya adalah “Damai Sejahtera besertamu. Seperti Bapa telah mengutus Aku, demikian pula Aku mengutus kamu.”

Apa tugas Yesus di dunia sebagai utusan Bapa? Ya, seperti yang dikatakan dalam Injil Matius bab 9 yakni Ia diberi kuasa untuk mengampuni dosa. Dan sekarang, Yesus mengutus murid-muridNya dengan kuasa yang sama seperti Bapa telah mengutusNya yakni kuasa untuk mengampuni dosa.

Jika, si penanya masih penasaran, tegaskan dengan ayat 22-23 dari Injil Yohanes, “Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” (Yohanes 20: 22-23).

2. Seorang Romo bertindak sebagai “In Persona Christi”

Dalam agama Katolik, ada berbagai macam nama yang berbeda-beda terhadap sakramen ini yakni, Sakramen Pengakuan Dosa, Sakramen Tobat, Sakramen Rekonsiliasi dimana dari semua nama tersebut tetap saja seorang Katolik mengaku dosanya kepada seorang Romo atau Imam Katolik. Dalam sakramen ini, seorang Romo atau imam bertindak sebagai “In Persona Christi” atau Pribadi Kristus.

Jadi, sesungguhnya bukan pribadi romo itu yang mengampuni dosa, tetapi Yesus Kristus melalui Romo yang adalah pelayan sakramen imamat bertindak mengampuni dosa. Maka, saat absolusi si pengaku dosa akan mendengar kata-kata dari Romo, “Aku melepaskan kamu dari dosa-dosamu dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus.”

3. Semua Sakramen adalah Komunikasi Rahmat Allah.

Memang sih, orang Katolik perlu mengakui bahwa tidak semua Romo itu suci-suci. Namun, berkaitan dengan sakramen, pertama; rahmat dari sakramen itu selalu ada pada dirinya sendiri.
Itu artinya entah sakramen imamat atau sakramen perkawinan, atau sakramen ekaristi, selalu ada rahmat yang kita terima. Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah bagaimana disposisi batin kita.

Jika seorang imam, atau seorang Bapa keluarga menyia-nyiakan sakramen itu, tidak ada efeknya bagi dia. Dengan demikian, si pengaku dosa sebagai orang yang dibaptis dan si Romo sebagai pelayan sakramen imamat sama-sama membutuhkan sikap batin yang tepat dan persiapan supaya menerima rahmat dari Allah.

Rahmat yang diterima melalui sakramen tobat yakni, kita disembuhkan oleh Yesus, disatukan kembali dengan komunitas Gereja, dikuatkan, dan tentu saja diampuni dosa-dosa kita.

4. Tindakan Kerendahan Hati.

Setiap dosa, entah pribadi maupun sosial, merupakan pelanggaran terhadap hukum Allah. Seperti Adam dan Hawa, dipenuhi dengan kesombongan melalui kesadaran dan kebebasan mereka, kita memutuskan apa yang terbaik bagi kita daripada membiarkan Allah memutuskan bagi kita.

Secara klasik, dosa didefinisikan sebagai melanggar perintah Tuhan dengan sengaja dan memilih hal-hal yang “rendah”. Karena semua dosa pada akhirnya melibatkan kesombongan, sakramen penebusan dosa adalah tindakan kerendahan hati sejati yang melawan serangan kebanggaan dan kesombongan itu.

Ini adalah pengalaman yang rendah hati untuk mengakui kesalahan terdalam seseorang kepada orang lain, meskipun orang itu, seorang Romo, bertindak atas nama Kristus. Dengan tindakan kerendahan hati ini, kita menyatakan kepada Allah betapa menyesalnya kita bahwa kita berbalik dari-Nya.

5. Rekonsiliasi

Dosa tidak hanya memisahkan kita dari Tuhan, tetapi juga mengganggu hubungan kita dalam tubuh mistik, Gereja. Dosa memutuskan kita dari hubungan itu.
Oleh karena itu sakramen rekonsiliasi tidak hanya memulihkan hubungan kita dengan Tuhan, tetapi juga mengembalikan kita kepada Gereja. Lebih lagi, ibarat “Tubuh Kristus” jika satu anggota tubuh sakit, maka semua bagian tubuh sakit.

Maka dengan pengakuan dosa, kita disembuhkan dan semua anggota tubuh pun sehat serta bersukacita bersama. Itulah sebabnya orang Katolik perlu dan dengan sadar dan sukarela mengaku dosa kepada Romo yang bertindak sebagai Persona Christi. Semoga bermanfaat.

Sumber:
-. John Trigilio jr., Ph.D., Th.d. And Kenneth D. Brighenti Ph. D, Catholicism answer book The300 Most Frequently Asked Question, Why confess to a priest when I can godirectly to God?. hlm 112-113
-. Catholic Diocese Richmond, Confession Explained
-. sfacatholic, WHY DO CATHOLICS CONFESS THEIR SINS TO A PRIEST?
-. John Martignoni, Why Do Catholics Confess Their Sins to a Priest instead of Directly to God?
-. beecatholic, Can I confess to God directly and not the priest?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Doa Perlindungan Sator, Arepo, Tenet, Operasi dan Rotas

Sejarah Doa Perlindungan ‘SATOR AREPO TENET OPERA ROTAS’ Doa ini semacam palindrom (sebuah kata, frasa, angka maupun susunan lainnya yang dapat dibaca dengan sama baik dari depan maupun belakang).  Kata ‘palindrom berasal dari bahasa Yunani: palin (‘balik’) dan dromos (‘pacuan kuda’). Menurut buku Mother Tongue: English & How It Got That Way (hal. 227): “Palindrom berumur setidaknya 2.000 tahun." Palindrom Latin Sator Arepo Tenet Opera Rotas sangat unik karena ia akan mengulang kalimatnya lagi jika kita membentuk kata dari huruf pertama setiap kata kemudian disambung dengan huruf kedua setiap kata, dan seterusnya. Karena itu ia juga dapat disusun dalam sebuah kotak yang dapat dibaca secara vertikal maupun horisontal: Palindrom ada dalam banyak bahasa-bahasa Barat, terutamanya di bahasa Inggris. Meskipun begitu, gelar ‘bahasa palindrom’ jatuh pada bahasa Finlandia. Selain itu, palindrom juga ada dalam bahasa-bahasa non-Barat, contohnya bahasa Jepang, bahasa Tionghoa dan bahasa ...

19 Ciri-ciri Suami Cemburu pada Istri Mulai jadi Pemdiam seketika hingga Bersikap tidak seperti Biasanya

2021/02/14 PORTAL JEMBER – Semua orang punya perasaan cemburu ke seseorang. Namun, tak sedikit orang yang merasa cemburu tapi gengsi untuk mengungkapkannya. Selain wanita, pria terkadang juga bisa merasa cemburu tapi gengsi untuk mengungkapkannya. Hal ini juga dapat terjadi saat sudah berumah tangga, ada suami cemburu pada istri tapi gengsi untuk mengungkapkannya. Setiap pasangan kekasih pernah mengalami rasa cemburu pada pasangannya. Namun, terkadang hal tersebut sulit diungkapkan. Ada ciri-ciri suami cemburu pada istri tapi gengsi untuk mengungkapkannya pada pasangannya. Sebagaimana diberitakan Kabar Lumajang, “19 Tanda Pria Sedang Cemburu Tapi Gengsi Mengatakanya, Salah Satunya Menunjukan Sikap Kecewa”, yang mengutip dari berbagai sumber, berikut 19 tanda pria cemburu, tetapi gengsi mengatakannya. 1. Jadi pendiam seketika 2. Membalas chat dengan nada dingin 3. Menjadi banyak bertanya 4. Mengumbar kemesraan di depan orang lain 5. Membatasi interaksi dengan orang lain 6. Tiba-tiba ber...

Mantan Toxic, Tiba-tiba Menghubungi lagi? 13 Tanda Dia Akan Membuat Anda Flashback Back

2021/02/14 KABAR BESUKI – Katakanlah seseorang sedang dalam perjalanan, dan tiba-tiba mendapatkan sebuah pesan “aku merindukanmu”, apa yang menyebabkannya? Jika pesan seperti ini membuat perut Anda terasa tidak enak, Anda mungkin baru saja "Hoovering". Hoovering merupakan keadaan seseorang yang secara harfiah menghisap orang lain kembali ke hubungan yang toxic ketika orang lain tersebut telah menemukan jalan keluar. Hoovering termasuk gangguan kepribadian seseorang yang mempunyai personaliti narsistik Meskipun seseorang kadang dibingungkan dengan sikapnya yang tulus, tetapi hoovering adalah taktik manipulasi yang mungkin digunakan seseorang untuk menarik Anda kembali ke dalam hubungan yang berpotensi toxic. Berikut ini beberapa ciri khas yang mungkin menunjukkan seseorang sedang merayu anda, tetapi perlu diingat bahwa tidak semuanya memiliki niat buruk, penting untuk mempertimbangkan perilaku masa lalu mereka. Menghubungi Secara Tiba-Tiba Mengirim DM atau SMS secara tiba-tiba...