2021/02/05
Relikui Santo Valentinus.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Sejarah hari valentine sebenarnya simpang siur jika dibaca dari berbagai sumber yang bertebaran dicari lewat google.
Tapi salah satu yang paling banyak disebut justru perayaan hari valentine berawal dari Gereja Katolik Roma.
Ada salah satu santo di Gereja Katolik yang namanya kerap dikaitkan dengan hari valentine.
Dia adalah Santo Valentine atau Santo Valentinus.
Bahkan Santo Valentinus tidak hanya dihormati oleh Gereja Katolik Roma.
Menurut wikipedia, gereja lain yang bersifat apostolik dan juga menghormati Santo Valentinus adalah Gereja Orthodoks Timur.
Jika Gereja Katolik berpusat di Roma, Gereja Orthodoks Timur berpusat di Konstantinopel atau Istanbul Turki dan gereja ini dipimpin oleh seorang Patriarkh.
Santo Valentinus menjadi santo karena ia merupakan martir.
Dalam Gereja Katolik, seorang martir juga pada akhirnya bisa memperoleh gelar santo.
Perbedaannya, seorang martir tidak memerlukan bukti pernah melakukan mujizat untuk mendapatkan beatifikasi sebelum akhirnya menjadi santo.
Namun, Santo Valentinus disebut pernah melakukan mujizat seperti mengembalikan pendengaran sipir di mana ia dipenjara.
Ditulis wikipedia, Santo Valentinus menjadi martir karena ia menolak untuk menangkal Yesus Kristus di depan Kaisar Claudius pada tahun 269.
Website katolisitas-indonesia.blogspot.com menulis tanggal kematian Santo Valentinus adalah 24 Februari 269.
Oleh wikipedia, Kaisar Claudius yang memerintahkan penangkapan dan menghukum mati Valentinus disebut beragama Paganisme Romawi.
Kendati meninggal pada tahun 269, Valentinus baru menjadi Santo Valentinus pada tahun 496 ketika Gereja Katolik dipimpin Paus Gelasius I.
Diyakini baru jadi Santo pada tahun 496 lantaran Paus Gelasius I menetapkan tanggal perayaan hari Santo Valentinus baru pada tahun 496.
Ditetapkan bahwa hari raya Santo Valentinus jatuh pada tanggal 14 Februari setiap tahun.
Artinya kemartiran Valentinus baru diakui dan diberi gelar santo setelah 200 tahun lebih kematiannya.
Ya, hal itu lantaran penyelidikan seseorang untuk disebut martir lalu mendapat gelar santo memang memakan waktu yang panjang.
Sebelum menjadi Santo, Valentinus adalah seorang Uskup di wilayah Terni. Artinya ia sebenarnya memang Imam Gereja Katolik.
Di masa Valentinus menjadi Uskup, Kaisar Claudius mengeluarkan aturan tidak boleh ada pernikahan.
Hal itu terjadi karena Roma tengah perang dan Kaisar Claudius kesal karena banyak pemuda menolak berperang karena tidak mau berpisah dengan kekasihnya.
Di lain sisi, Uskup Valentinus sebelumnya sangat menentang sebuah tradisi Romawi yang dirayakan setiap 14 Februari.
Setiap 14 Februari, para laki-laki menarik undian dari sebuah wadah yang besar, yang berisi nama para wanita yang akan menjadi pasangan mereka dalam berbagai bentuk perayaan pada tanggal tersebut, untuk menghormati dewi cinta Romawi yang bernama Februata Juno.
Uskup Valentinus adalah orang yang paling menentang tersebut karena dianggap sebagai menyembah berhala.
Tapi perlahan banyak orang Roma jadi pengikut Gereja Katolik.
Saat Kaisar Claudius melarang perkawinan inilah kemudian Uskup Valentinus diam-diam memberikan sakramen perkawinan.
Akibat itulah Uskup Valentinus kemudian dihukum mati.
Gereja Katolik kemudian menjadikan tanggal 14 Februari sebagai hari raya Santo Valentinus.
Namun, Gereja Katolik kemudian menghapus hari raya Santo Valentinus mulai tahun 1969.
Wikipedia menulis hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja.
Komentar
Posting Komentar