18 Februari 2021
Santo Flavianus
_Arti Nama_
Flavianus adalah bentuk lain dari nama Romawi : "Flavius" . Berasal dari kata Latin "flavus" yang berarti : "Emas" atau "Rambut Pirang"
_Profil_
Santo Flavianus adalah Patriakh (Uskup Agung) Konstantinopel semenjak tahun 446 setelah ia dipilih untuk menggantikan Proclus. Selama ia memimpin dalam kurun waktu sekitar dua tahun, gereja sedang dihadapkan dengan berbagai masalah. Salah satunya adalah ketika Chrysapius, seorang pengawal kepercayaan Kaisar Theodosius mengajukan permohonan kepada Flavianus agar menyerahkan kepada kaisar sejumlah perhiasan dan intan berlian dari harta kekayaan Gereja. Flavianus terkejut mendengar permintaan yang aneh itu, dan dengan tegas menolak memenuhinya. Sebagai gantinya, ia mengirimkan satu bingkisan roti yang telah diberkati untuk menunjukkan kepada kaisar kedalaman cinta kasihnya kepada Yesus. Penolakan Flavianus ini menimbulkan pertentangan antara Flavianus dengan Chrysapius dan Kaisar sendiri.
Sementara perkara ini belum tuntas, Patriarkh Flavianus dihadapkan lagi pada bidaah yang diajarkan Eutyches, seorang pertapa yang tinggal di daerah yang berdekatan dan memiliki kedekatan dengan kerajaan. Eutyches, yang juga adalah bapa babtis Chrysapius menyangkal adanya kodrat manusiawi Kristus, dan hanya mengakui kodrat Ilahi-Nya. Flavianus bereaksi sangat keras terhadap ajaran bidaah ini, sehingga segera mengundang satu sinode di Konstantinopel pada tahun 448 yang menghasilkan keputusan untuk menghentikan dan mengekskomunikasikan Eutyches. Di Roma, Sri Paus Santo Leo I (Leo Agung) mendukung Flavianus dengan mengirimkan sepucuk surat dogmatik yang berisi penjelasan tentang kodrat Kristus, yang sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia, seperti ajaran yang diwariskan oleh para Rasul. Surat itu kini kita kenal dengan sebutan 'Tome of Leo'.
Pada tahun berikutnya, Patriarkh Alexandria, Dioscorus, memimpin sebuah sinode tandingan untuk membela Eutyches dan menghukum Flavianus. Sinode itu oleh Paus Leo I disebut dengan "Robber Synode" atau "Sinode para penyamun" dan tercatat diselenggarakan tanggal 08 Agustus 449. Dinamakan demikian karena sinode ini penuh dengan intimidasi dan kekerasan. Pada waktu itu surat dari Paus Leo Agung juga dilarang untuk dibacakan oleh prajurit dari kekaisaran. Sinode itu menghasilkan keputusan untuk memberhentikan Eusebius dan Flavianus serta mengangkat Dioscorus sebagai pejabat Patriarkh yang baru. Karena Flavianus dengan keras menentang sinode gelap itu, ia diserang dan disiksa dengan kejam, hingga ia meninggal karena luka-lukanya tiga hari kemudian di dalam penjara. Jenazahnya kemudian dimakamkan dengan diam - diam.
Paus Leo I kemudian secara mengatakan semua keputusan konsili gelap itu tidak sah. Kaisar Theodosius II kemudian meninggal pada tahun 450, dan digantikan kembali oleh Ratu Pulcheria yang kemudian menikah dengan Marsianus, yang berperan sebagai kaisar. Sebuah sinode kembali diadakan pada tahun 451 menghasilkan keputusan pengesahan surat dari Paus Leo I (Tome Leo) dan mengkanonisasi Flavianus sebagai seorang kudus dan martir. Sedangkan Chrysapius dihukum mati oleh kaisar baru itu karena ia sering menyalah-gunakan kuasanya untuk menindas gereja.
*Setiap Martir Adalah Benih Bagi Pertumbuhan Gereja*
__________________
katakombe.org
Komentar
Posting Komentar