Bukti Sejarah Perkembangan dan Pembangunan yang dilakukan oleh para Misionaris Katolik yang Kini menjadi Kab. Keerom Propinsi Papua
CUKUP LAMA.
HAMPIR 1 ABAD ( 83 Tahun ) UMAT KATOLIK DEKENAT KEEROM MENANTIKAN.
Akhirnya hari ini membuahkan hasil pertama Putra Asli Keerom menjadi Imam Katolik hasil didikan Missionaris dimasa lalu tidak sia sia.
Sejak Pastor Yucundinus Frankenmolen OFM menginjakkan kakinya di Bumi Keerom tepatnya di Arso pada tanggal 22 Mei 1939 maka hari ini sudah 83 Tahun.
Sungguh waktu yang cukup lama hampir 1 Abad, rasa terharu, rasa damai dan gembira, rasa persaudaraan, rasa harmoni disetiap benak umat Katolik Wilayah Keerom hari ini, Terima kasih Tuhan Yesus hari ini sangat dasyat dan spesial karena Anak Murid kami di Wilayah Suku Emem, Suku Draa dan Suku Towe di Paroki Tua Bunda Allah Amgotro Yuruf Anak Kami SOTERUS PANGGUEM OSA di Tabhis menjadi Imam Pertama dan Imam Pembuka jalan selanjutnya setelah penantian yang tak pasti selama 83 Tahun.
Saya masih ingat kata kata terakhir Uskup Herman Munninghoof OFM saat perpisahan bulan April Tahun 2005 di Gereja Katedral Dok V Jayapura.
Kata kata terakhir dalam sambutan Alm Mgr H. Munninghoof saat itu demikian : Hari ini saya berpamitan dengan Masyarakat Papua lebih khusus umat Katolik yang tersebar di rawa rawa, dialirkan sungai, di Pulau terpencil, di pedalaman, dilembah lembah, dilereng lereng yang terjal bahkan sampai di Pegunungan tinggi, saya sudah 52 Tahun berkarya di Tanah Papua dan Tahun ini saya akan pulang terus ke Negri leluhur ku, ke Negri kincir Angin, ke dataran Benua Biru Eropa persisnya di Panti Jompo Fransiskan di Belanda.
Hari ini dalam hatiku tidak tenang, ada rasa menyesal campur kecewa karena di Daerah yang saya mengabdi cukup lama yaitu di Mimika dan Keerom belum menghasilkan tenaga Imam khusus anak asli ( Putra Daerah setempat ). Namun demikian saya yakin dan percaya bahwa ini bukan kutukan, bukan juga ditakdirkan oleh Tuhan sendiri tetapi saya mendoakan terus supaya dalam waktu yang tidak terlalu lama pasti akan berhasil. Memang benar adanya perkataan mantan Uskup tersebut karena saat itu Anak Asli Kamoro Mimika Pastor Yosep Ikikitaro sudah menjadi Imam dan Putra Asli Keerom hari ini bisa di Tabhis menjadi Imam, maka terbukalah tabir yang selama ini menjadi penghalang dan Mgr Herman Munninghoof sedang tersenyum di Firdaus sana tanda hatinya lega dan Terima kasih.
Pastor SOTERUS PANGGUEM OSA berasal dari Paroki Bunda Allah Amgotro Yuruf.
Paroki Bunda Allah termasuk salah satu Paroki Tua di Tanah Papua.
Pada Tanggal 6 Juli 1952 Pastor Arie Blokdjik OFM tiba di Amgotro dari Waris untuk menetap disitu dan keesokan harinya mulai membangun Rumah Pastoran dan Gereja darurat beratapkan daun sagu, awal Tahun 1953 Gereja, rumah sakit dan Gedung sekolah sudah bisa digunakan. Tahun 1953 itu juga beberapa Dusun disekitarnya sudah mulai dibuka menjadi perkampungan yaitu : Kemberatoro, Koinggrobu, dan Akarinda dan sekaligus menempatkan guru guru Katakis yang didatangkan dari Arso dan Waris.
Pastor Jucundinus Frankenmolen berangkat dari Hollandia Binnen tanggal 21 Mei 1939 menuju ke Arso, tidur di Bivak pinggiran Kali Kabur Skanto dan besok pagi tanggal 22 berangkat lagi dan tiba di Arso pada pukul 04 sore. Besoknya tanggal 23 Mei 1939 merupakan hari bersejarah untuk Wilayah Keerom karena hari itu Pastor merayakan Misa Kudus untuk pertama kali di Tanah Keerom West Nieuw Guinea saat itu, selesai Perayaan Ekaristi Pastor buka pakaian misa dan juru Bahasa Tegassa Wuryagir Brotian membawa uang yang dikumpulkan oleh seluruh Masyarakat untuk menyerahkan kepada Pastor agar bisa mengurus guru untuk datang mengajar anak anak di Arso.
Sore harinya tanggal 23 Mei 1939 itu juga Pastor mengunjungi di Kampung Workwana dan besoknya tanggal 24 Mei ke Kampung Kwimi.
Uang yang diserahkan oleh Korano Takasse Wuryagir Brotian itu Pastor gunakan untuk mengurus guru di Fak Fak akhirnya pada tanggal 20 Maret 1940 Bapa Oktovianus Suarubun tiba di Arso untuk membuka Sekolah Missi pertama di Tanah Keerom......!!!!!
Ini sekedar catatan singkat. Bila ada uluran tangan dari Pemda Kabupaten Keerom maka kami siap terbitkan buku sejarah Karya Missionaris Katolik di Bumi Keerom......Semogaaaaaa...!!!!!!?????
Editor : Pak Eman Petege
Komentar
Posting Komentar